Mau Widget Ini?

Minggu, 24 Mei 2015

Tingkatan Kesadaran



Macam-macam Tingkat Kesadaran
Tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang terhadap rangsangan dari lingkungan, tingkat kesadarankesadaran dibedakan menjadi :
1.     Compos Mentis (conscious)
Yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya.
2.    Apatis
 Yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya, sikapnya acuh tak acuh.
3.    Delirium
 Yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang berhayal.
4.   Somnolen (Obtundasi, Letargi)
 Yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor yang lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban verbal.
5.   Stupor (soporo koma)
Yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap nyeri.
6.   Coma (comatose)
 Yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap rangsangan apapun (tidak ada respon kornea maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon pupil terhadap cahaya).
7.     GCS ( glasgow coma scale )
GCS.jpg
Yaitu skala yang dipakai untuk menentukan atau menilai tingkat kesadaran pasien atau klien, mulai dari sadar sepenuhnya hingga koma. teknik ini terdiri dari 3 bagian yang di tunjukan oleh pasien setelah di beri stimulasi tertentu, yakmi respon buka mata, respon motorik terbaik dan respon verbal. setiap penilain mencakup poin dimana total poin tertinggi 15.

Cara Menghitung Pergerakkan Janin

 

Di usia kehamilan 11 - 12 minggu janin mulai bergerak, tapi karena masih terlalu kecil dan ruang rahimnya masih luas, gerak janin sering kali tidak dirasakan oleh Ibu Hamil. Mendekati usia kehamilan 5 bulan (20 minggu), Ibu Hamil sudah bisa merasakan gerakannya. Perut Ibu Hamil akan terasa bergoyang-goyang ringan saat ia bergerak.
Ibu yang baru pertama kali hamil, biasanya bisa merasakan gerakan janin diatas usia kehamilan 20 - 22 minggu. Berbeda dengan yang sudah pernah mengandung, akan lebih cepat merasakan gerakan janinnya, yakni sekitar usia kehamilan 19 - 20 minggu. Ibu Hamil yang langsing, umumnya bisa merasakan gerakan janin lebih dini ketimbang Ibu Hamil yang gemuk. Hal ini karena pada orang gemuk banyak lemak yang melapisi tubuhnya.
Bila usia kehamilan Ibu sudah 7 bulan atau 30 minggu keatas, Ibu sudah mencobanya. Pada usia kehamilan 7 bulan, sudah terjadi pematangan saraf pada janin sehingga gerakan janin mulai teratur. Dibawah usia kehamilan itu, karena koordinasi saraf janin masih belum stabil, gerakannya pun masih seperti kejang-kejang saja.
Untuk Cara menghitung gerakan janin adalah sebagai berikut :
1.       Ibu dapat melakukan dimana saja, di rumah, di kantor, saat sedang berpergian dan lainnya. Gerakan janin bisa muncul kapan saja. Saat Ibu sedang duduk, berdiri, berjalan, bekerja dan lainnya. Tinggal dicermati saja.
2.     Jika janin melakukan gerakan yang sama hingga berulang-ulang dan terus-menerus, gerakan itu dihitung sebagai satu kali bukan 2,3 dan seterusnya. Misal, jam 07.00 muncul rentetan gerakan menendang sebanyak 10 kali, gerakan itu dihitung satu kali. Nah, jika jam 08.00 muncul gerakan memutar, gerakan ini baru dibilang gerakan kedua.
3.     Ibu juga bisa menghitung gerakan janin di pagi hari (antara pukul 7 - 10) selesai sarapan. Kenapa sehabis sarapan ? Karena pada saat itu kebutuhan glukosa Ibu terpenuhi sehingga janin akan aktif bergerak.
4.     Lakukan pantauan setiap 5 - 6 jam atau 3 kali sehari : pagi, siang, sore dan malam. Atau setelah sarapan, makan siang dan makan malam.
Caranya bisa dengan menempelkan tangan diatas perut lalu rasakan gerakan janin dan menghitungnya.
1.      Supaya lebih terasa, Ibu harus dalam kondisi relaks. Bila perlu berbaringlah agak miring ke kiri supaya rahim tidak menekan aorta dan pembuluh darah yang berada dibawah rahim.
  1. Selanjutnya di trimester ketiga, Ibu Hamil perlu lebih cermat memantaunya supaya tahu persis apakah gerakan janin sudah mencapai 10 kali atau tidak. Jika gerakan kurang dari 10 kali, apalagi kurang dari 6 kali dalam 24 jam diluar jam tidur, kita perlu mencurigainya. Meskipun tidak selalu menunjukkan hal yang abnormal, namun bisa saja hal ini menunjukkan keadaan yang tidak baik pada janin. Segera periksakan ke dokter kandungan untuk memastikannya.